SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) bergerak cepat dalam menangani dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 60 personel dari Satbrimob Polda Jateng dikerahkan untuk membangun jembatan darurat dan membuka akses yang terputus akibat bencana.
Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo mengatakan, selain pembangunan jembatan darurat, pihaknya juga menurunkan Pasukan Siaga Bhayangkara dari Polres Purbalingga untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan warga. Polda Jateng juga telah mendirikan posko pengungsian di Masjid Nurul Iman bagi warga yang rumahnya terdampak banjir, terutama yang berada di bantaran sungai.
“Polda Jateng telah menurunkan 60 personel Sat Brimob untuk membersihkan lokasi terdampak dan membangun jembatan darurat. Kami juga menurunkan Pasukan Siaga Bhayangkara untuk merespons cepat dan menyelamatkan warga yang terdampak,” ujar Ribut dalam keterangan tertulis, Minggu (25/1/2026).
Banjir bandang yang melanda Purbalingga dipicu oleh hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet. Longsor yang terjadi di beberapa titik menyebabkan aliran Sungai Kali Asat Bambangan terhalang. Bendungan alami yang terbentuk akibat longsor jebol, membawa material lumpur yang mengalir ke wilayah permukiman.
Akibat bencana ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka berat. Puluhan rumah rusak, dua jembatan terputus, dan beberapa kendaraan hanyut terbawa arus. Desa-desa di Kecamatan Karangreja seperti Desa Kutabawa dan Desa Serang mengalami kerusakan parah, dengan akses jalan tertutup material longsor dan jembatan penghubung antar wilayah ambruk.
Selain itu, bencana ini juga berdampak pada sektor pertanian, dengan ratusan hektare lahan gagal panen. Di tengah kerusakan yang terjadi, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemulihan pasca bencana terus dilakukan dengan prioritas pada pembangunan infrastruktur dan pemulihan akses bagi masyarakat yang terdampak.
Polda Jateng bersama pihak terkait terus melakukan upaya tanggap darurat untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.


