Angin Puting Beliung Terjang Pekalongan, Puluhan Rumah Porak-poranda, Infrastruktur Terhambat

PEKALONGAN – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu sore (10/1/2026). Fenomena angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba ini menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah, sekolah, hingga fasilitas umum di kawasan tersebut. Banyak bangunan mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding, menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan cukup besar.

Menurut keterangan warga, kejadian ini sangat mengejutkan. “Angin datang tiba-tiba, sangat kencang. Warga ketakutan karena genting-genting berterbangan dan suara atap yang lepas,” kata Istiqomah, warga Desa Karangrejo yang rumahnya terkena dampak. Pemandangan mencekam terlihat ketika atap baja ringan beberapa bangunan, termasuk SMK NU Kesesi dan beberapa bangunan SMP, roboh diterjang angin puting beliung.

Selain merusak bangunan, angin kencang juga mengakibatkan gangguan pada infrastruktur yang memperburuk kondisi di wilayah tersebut. Di Desa Karangrejo, tiang listrik roboh dan sempat menutup akses lalu lintas, sementara di Desa Kau Bahan dan Karyomukti, sejumlah pohon besar tumbang dan menutup jalur utama yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, serta relawan segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi material pohon dan memperbaiki instalasi listrik yang rusak. Mereka juga bekerja keras untuk membersihkan puing-puing dan memastikan kondisi di lapangan aman bagi warga.

Sekretaris Desa Karangrejo, Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa pihak desa sedang fokus pada pendataan kerugian materiil yang dialami warga. “Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penyaluran bantuan darurat, agar warga yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Kapolsek Kesesi, AKP Dulsalim, mengonfirmasi bahwa meskipun kerusakan materiil cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Kami bersama Koramil, BPBD, dan masyarakat masih terus melakukan gotong royong untuk memperbaiki atap rumah yang rusak dan memastikan fasilitas sekolah bisa segera digunakan kembali,” kata Dulsalim.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat saat ini Indonesia sudah memasuki puncak musim hujan. Potensi cuaca ekstrem serupa masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. “Kami menyarankan warga untuk memangkas dahan pohon yang rimbun di dekat rumah dan memastikan kekuatan struktur atap bangunan agar dapat meminimalkan risiko dampak angin kencang,” tambah Dulsalim.

Dengan peringatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang dapat datang sewaktu-waktu, serta melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak ada lagi kerusakan yang lebih parah di masa mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *