TEGAL – Pantai Larangan di Kabupaten Tegal mendadak dipenuhi kayu gelondongan, yang diduga terbawa oleh banjir bandang yang melanda kawasan Wisata Guci pada Sabtu (24/1/2026). Meskipun kejadian ini bermula dari bencana alam, kehadiran kayu-kayu tersebut justru membawa berkah bagi warga setempat, khususnya para nelayan yang tengah menghadapi paceklik.
Sejumlah warga terlihat mengumpulkan kayu gelondongan yang terdampar di sepanjang bibir Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat. Kayu-kayu tersebut bervariasi, mulai dari yang kecil hingga yang besar, dan dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar atau dijual ke tengkulak. Warga menggunakan alat seadanya dan tenaga manual untuk mengangkat kayu-kayu tersebut.
Sunarji, seorang nelayan setempat, mengatakan bahwa ia terkejut ketika pertama kali melihat tumpukan kayu sebanyak itu. Sebagai nelayan yang sudah beberapa hari tidak melaut akibat cuaca buruk, ia menyebut kehadiran kayu gelondongan ini sebagai berkah, terutama menjelang bulan puasa dan lebaran. “Sebelum kayu gelondongan, muncul banyak ikan di pinggir pantai. Setelah itu, kayu mulai memenuhi bibir pantai,” kata Sunarji.
Tidak hanya untuk kayu bakar, kayu-kayu gelondongan tersebut juga dijual ke tengkulak dengan harga sekitar Rp 150 ribu per mobil pikap. Wati, warga lainnya, juga mengungkapkan bahwa ini adalah kejadian pertama kali ia melihat tumpukan kayu sebanyak ini di Pantai Larangan. Ia pun merasa beruntung karena dapat memanfaatkan kayu tersebut untuk dijual.
Bambang Supeno, Ketua RW 02 Desa Munjungagung, menjelaskan bahwa kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya. “Kayu-kayu ini kemungkinan berasal dari banjir bandang yang terbawa dari kawasan Gunung Slamet, melalui Kali Gung dan Kali Ketiwon, hingga akhirnya sampai ke Pantai Larangan,” ujar Bambang.
Selain kayu, warga juga menemukan pipa saluran air yang diduga berasal dari kawasan Guci. Meskipun peristiwa ini berawal dari bencana, warga setempat memanfaatkannya untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Warnadi, Direktur Utama BUMDES Asri Agung yang juga pengelola Pantai Larangan, mengatakan bahwa jumlah kayu gelondongan yang terdampar di pantai ini sangat luar biasa, bahkan mencapai ratusan ton. “Saat musim hujan, memang ada kayu yang terbawa arus, tapi tidak sebanyak ini,” ujar Warnadi. Warga pun berencana untuk membersihkan sisa-sisa kayu kecil yang tertinggal agar Pantai Larangan kembali bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Meskipun kejadian ini terjadi akibat bencana alam, bagi warga setempat, kayu gelondongan tersebut membawa berkah di tengah kesulitan ekonomi yang mereka hadapi.


