SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng Prefektur Shiga, Jepang, dalam upaya pembenahan Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang. Kerja sama ini disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan Delegasi Prefektur Shiga pada Rabu, 11 Februari 2026. Kolaborasi ini diharapkan menjadi proyek percontohan yang mendukung keberlanjutan danau serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Luthfi menegaskan bahwa Rawa Pening bukan hanya sebagai proyek lingkungan, tetapi juga merupakan agenda strategis yang berkaitan dengan ketahanan air, energi, dan ekonomi masyarakat. “Kami ingin menjadikan Rawa Pening sebagai lokasi pilot project yang mendukung pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi baru,” ujar Luthfi. Rawa Pening memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, serta penopang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Delegasi Shiga yang telah melakukan tinjauan langsung ke kawasan Rawa Pening melihat potensi besar untuk kolaborasi jangka panjang antara kedua wilayah. Shiga, yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan Danau Biwa, diharapkan dapat memberikan hibah serta transfer teknologi untuk membantu pengelolaan danau tersebut.
Kerja sama ini juga akan mencakup lima klaster utama, yaitu pengelolaan sampah dan limbah, konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan danau, pengembangan ekonomi berbasis lingkungan, infrastruktur dan pariwisata air, serta investasi di sektor lingkungan dan energi. Kedua pihak telah sepakat untuk melakukan investigasi pendahuluan dan membentuk satuan tugas gabungan sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini.
Dengan adanya kolaborasi ini, Pemprov Jateng berharap Rawa Pening dapat terus lestari dan produktif, sekaligus menjadi contoh bagi pengelolaan danau lainnya di Indonesia.


