MBG Dorong Ekonomi Desa, 119 SPPG di Jateng Gandeng BUMDes dan Koperasi

SEMARANG   Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah tak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian desa. Sebanyak 119 Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di provinsi ini kini bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang turut menyuplai berbagai komoditas pangan lokal.

Dari 119 SPPG tersebut, 53 diantaranya bekerja sama dengan BUMDes, sementara 64 lainnya bermitra dengan KDKMP. Komoditas yang dipasok mencakup ayam, telur, sayuran, bumbu, dan bahan makanan lainnya yang berasal dari desa-desa di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam Rapat Koordinasi MBG yang digelar di Grhadhika Bhakti Praja Kota Semarang pada Selasa, 3 Maret 2026, mengungkapkan bahwa program ini lebih dari sekadar penyediaan makan bergizi. “Ini adalah investasi strategis yang membangun sumber daya manusia dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah,” ujarnya. Luthfi juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara MBG dan koperasi desa untuk menciptakan konektivitas yang saling menguatkan.

Hingga kini, dari 8.523 desa/kelurahan di Jawa Tengah, 6.217 diantaranya telah memiliki KDKMP yang beroperasi. Koperasi ini telah memiliki lebih dari 200.000 anggota dan berperan penting dalam penguatan ekonomi desa. Dengan adanya sinergi antara MBG, BUMDes, dan koperasi, diharapkan perekonomian daerah semakin berkembang.

Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, juga menegaskan pentingnya peran koperasi desa dalam mendukung ekonomi rakyat. “Jangan lagi mencari bahan baku dari grosir luar daerah, libatkan koperasi desa, BUMDes, petani, dan nelayan sebagai pemasok pangan lokal,” katanya, menekankan peran strategis koperasi dalam menjaga harga komoditas dan memastikan keberlanjutan program MBG.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *