BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai membuka peluang ekspor komoditas pangan daerah dengan menawarkan kentang dan ubi jalar kepada para eksportir. Langkah ini diambil seiring meningkatnya daya saing produk pertanian lokal serta naiknya permintaan konsumen, baik di pasar domestik maupun internasional.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sutadi Ronodipuro, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong petani agar mampu masuk ke rantai pasar ekspor, baik melalui kemitraan dengan eksportir maupun secara mandiri.
“Kami berupaya meningkatkan daya saing petani dengan mengenalkan dua komoditas ini kepada para eksportir. Harapannya, petani Batang sudah bisa menembus pasar ekspor secara mandiri pada tahun ini,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Menurut Sutadi, kentang dan ubi jalar memiliki potensi besar untuk pasar luar negeri, baik dari sisi kualitas produk maupun peluang permintaan yang terus tumbuh. Ia menilai karakteristik komoditas tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar global, khususnya untuk pangan segar dan olahan.
Selain kualitas, peningkatan produksi juga menjadi modal penting. Sutadi menyebut produksi komoditas pangan di Kabupaten Batang saat ini meningkat sekitar 8,5 persen. Kondisi ini dinilai membuka ruang lebih luas untuk membangun jaringan pasar baru, termasuk ekspor.
“Produksi yang meningkat memberi peluang bagi kami untuk memperluas jaringan pasar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri,” katanya.
Upaya pengembangan ekspor pangan tersebut juga telah dibahas bersama kalangan akademisi dan pelaku usaha. Pemkab Batang menggandeng Universitas Diponegoro serta perusahaan yang berperan sebagai offtaker guna memastikan kesiapan komoditas dari hulu hingga hilir.
“Secara potensi, komoditas pangan Batang memungkinkan untuk dibawa ke ranah ekspor, tentu dengan dukungan offtaker dan pihak terkait lainnya,” kata Sutadi.
Langkah Pemkab Batang ini dinilai strategis dalam memperkuat posisi petani lokal di pasar global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian yang berkelanjutan.


