TEGAL – Pemerintah Kota Tegal meluncurkan Forum Investasi Tegal (FIT) 2026 dengan tema “Amazing Tegal, Amazing Investment, Amazing Services”. Forum ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang menarik, aman, dan mendukung pelayanan yang cepat, transparan, serta berorientasi pada kepastian usaha.
Peluncuran forum ini digelar di Balai Kota Tegal, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemilik lahan, pelaku usaha, perbankan, hingga notaris. Forum ini juga mencatatkan partisipasi signifikan, dengan 119 properti lahan kosong dan bangunan, 113 sektor perdagangan dan jasa skala kota, serta 169 pelaku usaha menengah dan besar.
Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, menyampaikan bahwa forum ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tegal 2025-2029, yang bertujuan untuk membuka akses investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu inisiatif dalam forum ini adalah peluncuran aplikasi yang bertujuan untuk memperluas jejaring antara pelaku usaha, UMKM, dan investor, serta meningkatkan literasi investasi di masyarakat.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemkot Tegal membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk berinvestasi dengan jaminan kenyamanan dan keberlanjutan. Ia menekankan bahwa tema Forum Investasi Tegal 2026 bukan hanya sekedar slogan, melainkan komitmen nyata Pemkot Tegal untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan berkelanjutan.
“Kami percaya investasi berkualitas akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tegal,” ujar Dedy.
Sebagai bagian dari upaya mempermudah proses investasi, Pemkot Tegal terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan perizinan. Hingga saat ini, tercatat 492 Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) telah diterbitkan, memberikan kepastian regulasi dan kemudahan bagi para investor.
Kota Tegal, yang terletak di jalur Pantura, memiliki potensi besar dalam sektor jasa, perdagangan, industri kreatif, dan logistik. Dedy menambahkan bahwa Kota Tegal didukung oleh infrastruktur dan konektivitas transportasi darat serta laut yang memudahkan akses ke pasar regional dan nasional.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha yang patuh dalam penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Pemkot Tegal juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan, termasuk PT Dongcai Garment Indonesia, PT Teng Fei Glory Indonesia, dan PT Astra International Tbk.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan budaya kewirausahaan yang kuat, Kota Tegal semakin menunjukkan potensi besar sebagai tujuan investasi yang menjanjikan.


