SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat upaya relokasi ribuan warga yang terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal. Sebagai langkah awal, Pemprov Jateng melakukan kajian geologi terhadap calon lokasi relokasi untuk memastikan keamanan dan kelayakan lahan sebelum pembangunan hunian sementara (huntara) dimulai.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengungkapkan bahwa asesmen geologi dilakukan pada empat lokasi yang terdiri dari tiga lahan calon lokasi dan satu lokasi pondok pesantren milik Perhutani yang direncanakan untuk dijadikan tempat relokasi. “Kajian ini akan memakan waktu minimal tiga hari untuk memastikan stabilitas tanah dan kelayakan lokasi bagi pembangunan hunian,” kata Agus, Senin (9/2/2026).
Relokasi warga ini merupakan tindak lanjut instruksi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meninjau langsung lokasi bencana pekan lalu. Selain itu, kajian ini juga merupakan respons atas permohonan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tegal.
Tiga calon lahan yang tengah dikaji geologi terletak di Desa Padasari, Desa Lebakwangi, dan Desa Capar, Kecamatan Jatinegara. Luas lahan yang dikaji bervariasi mulai dari 3,238 hektare hingga 10,042 hektare. “Setelah kajian selesai dan lahan dinyatakan layak, relokasi akan dilakukan secara bertahap,” tambah Agus.
Saat ini, lebih dari 2.000 warga yang terdiri dari 596 kepala keluarga masih mengungsi di sembilan titik pengungsian akibat bencana tanah gerak yang merusak rumah dan jalan di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, menyampaikan bahwa pelayanan kebutuhan dasar para pengungsi terus dilakukan dengan bantuan dari pemerintah kabupaten dan provinsi, termasuk empat dapur umum yang telah disiapkan.
Sejumlah persiapan juga tengah dilakukan untuk memulai pembangunan huntara, termasuk koordinasi dengan dinas pekerjaan umum provinsi dan kabupaten untuk menyiapkan alat berat guna pekerjaan perataan lahan. “Pekerjaan ini dilakukan simultan agar pembangunan dapat segera dimulai,” ujar Bergas.
Selain menangani bencana tanah gerak, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat penanganan banjir di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Di Pekalongan, sejumlah pompa telah dikerahkan untuk mengurangi genangan air, sementara bantuan logistik juga telah disalurkan untuk mendukung warga terdampak.
Dengan langkah cepat ini, Pemprov Jateng berharap dapat memberikan solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak bencana dan memastikan keamanan serta kelayakan hunian yang dibangun di lokasi relokasi.


