SEMARANG – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menunjukkan transformasi signifikan di tiga sektor utama: ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan. Hal ini terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) “Ngabuburit Jurnalis: 1 Tahun Luthfi-Yasin,” yang digelar pada Senin (23/2) di Gedung A Kantor Gubernur.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jawa Tengah, Dr. Zulkifli, menjelaskan bahwa dalam satu tahun kepemimpinan tersebut, telah tercatat berbagai kemajuan, terutama di sektor ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat 5,37 persen pada triwulan IV 2025, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang 5,11 persen,” ujar Zulkifli. Ia menambahkan, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun dan berhasil menyerap 418.138 tenaga kerja, sementara inflasi tetap terkendali pada angka 2,72 persen.
Di sektor sosial, keberhasilan Luthfi–Yasin tercermin dalam penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan. “Tingkat pengangguran terbuka menurun dari 4,78 persen pada 2024 menjadi 4,66 persen pada 2025, dan angka kemiskinan juga berkurang dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025,” lanjut Zulkifli.
Transformasi di bidang tata kelola pemerintahan juga tidak kalah signifikan. Zulkifli mencatat capaian otonomi fiskal daerah yang kuat dengan persentase 63,01 persen dan peningkatan indeks reformasi birokrasi dari 83,13 persen pada 2023 menjadi 91,28 persen pada 2024. “Ini menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan semakin baik dan transparan,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, turut memuji kinerja Luthfi–Yasin. “Mayoritas target pembangunan sudah terpenuhi, namun tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan capaian pembangunan di seluruh daerah,” ujar Saleh. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kreativitas birokrasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan menggali potensi aset pemerintah daerah dan BUMD.
Kepemimpinan Luthfi, yang lebih mengedepankan pendekatan substansial melalui kerja kolaboratif, dinilai sebagai kunci keberhasilan transformasi ini. “Luthfi bertindak sebagai orkestrator yang mendorong kolaborasi untuk mencapai tujuan pembangunan, bukan sebagai one man show,” jelas Zulkifli.
Dengan pencapaian ini, Luthfi–Yasin diharapkan dapat melanjutkan transformasi yang lebih inklusif, memperkuat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.


