Dinas Arpus Jateng Perkuat Kolaborasi untuk Peningkatan Literasi dan Tata Kelola Kearsipan

SEMARANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah mendorong kolaborasi lintas pihak untuk memperkuat pembangunan literasi masyarakat sekaligus pengelolaan kearsipan yang akuntabel. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Arpus Jateng, Rahmah Nur Hayati, saat membuka Forum Perangkat Daerah (FPD) di Semarang, Senin (9/3/2026).

Rahmah menekankan bahwa penguatan literasi dan tata kelola kearsipan tidak bisa dilakukan secara parsial. “Kami mohon kita semua dapat berkolaborasi untuk meningkatkan literasi masyarakat dan tata kelola kearsipan,” ujarnya. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Komisi A DPRD Jawa Tengah, Bappeda, Biro Kesra, Inspektorat, RRI, TVRI, Rotary Club Semarang, hingga organisasi profesi seperti Asosiasi Arsiparis Indonesia dan Ikatan Pustakawan Indonesia wilayah Jawa Tengah.

Komisi A DPRD Jawa Tengah yang diwakili Hafidz Alhaq Fatih dan Antonius Yogo Prabowo menyatakan dukungannya terhadap penguatan kearsipan dan perpustakaan. Yogo menekankan, pengelolaan arsip bukan sekadar dokumentasi administratif, tetapi menjadi fondasi akuntabilitas dan memori institusi.

Pentingnya pembangunan literasi masyarakat juga disoroti perwakilan Perpustakaan Nasional RI, Irhamni Ali. Ia menegaskan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebagai indikator utama kualitas literasi. “Jika indeks ini meningkat, berarti tingkat literasi masyarakat juga semakin baik,” jelasnya.

Rahmah menegaskan, peningkatan literasi harus dilakukan melalui program yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi, OPD, BUMD, dan organisasi masyarakat. Forum ini juga membuka ruang masukan bagi penyusunan program Dinas Arpus tahun 2027.

Analisis kegiatan ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan literasi dan tata kelola kearsipan Jawa Tengah mengedepankan sinergi multipihak. Pendekatan kolaboratif ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat, memperkuat akuntabilitas pemerintahan, dan mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di era digital.

“Dengan kolaborasi yang kuat, Dinas Arpus dapat lebih efektif menjalankan tugasnya, sekaligus memperkuat literasi masyarakat di seluruh Jawa Tengah,” pungkas Rahmah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *